Skip to main content

PARABOLA TUTORIAL

Disini saya akan menerangkan beberapa peralatan parabola fungsi, cara kerja dan cara pemasangannya

DISH PARABOLA

 Dish parabola adalah alat untuk memantulkan sinyal dari satelite yang akan diterima oleh LNB, fisik dari dish para bola adalah bagian dari suatu  bola (bentuk bola)
Secara umum kita sering menjumpai para bola dalam 2 jenis yaitu tipe center focus dan offset.
1. Tipe center focus, tipe ini bisa diaplikasikan untuk semua jenis LNB tipe center focus lebih peka menerima sinyal frequensi rendah, menengah dan tinggi, tipe ini juga mendukung dimodifikasi untuk menambah jumlah LNB ( makin besar ukuran dish parabola = makin peka menerima sinyal satelite )
2. Tipe offset. tipe ini mudah diaplikasikan untuk LNB tipe S-BAND, tipe offset hanya mudah menerima sinyal  satelite yang berlevel besar karena secara umum karena fisik/bentuk dirancang lebih kecil parabola tipe ini susah untuk menerima sinyal yang berlevel kecil
parabola learn
lnb parabola
 ( LNB ) LNB adalah alat untuk menerima sinyal dari satelite. Jenis lnb ada beberapa macam sesuai dengan tipenya. secara umum yang sering kita jumpai untuk parabola siaran tv adalah lnb tipe S-BAND C-BAND dan KU-BAND ketiga tipe ini memiliki respone frequenci yang berbeda-beda, saya contohkan seperti pada pesawat radio ada SW-BAND MW-BAND dan FM-BAND. Lnb termasuk peralatan yang sangat sensitif karena dirancang untuk menerima sinyal frequency tinggi langsung dari satelit yang sebelumya dipantulkan dulu dari dish/piringan parabola. Secara logika sinyal satelite bisa saya gambarkan seperti arah cahaya

elektronika learn

LNB mempunyai dipol ( penangkap sinyal ) karena sinyal satelite mempunyai polaritas vertikal dan horisontal, jadi lnb produk sekarang sudah banyak dirancang double polaritas, sinyal vertikal bisa diartikan garis-garis gelombang yang ayunannya kearah utara dan selatan, sedangkan sinyal horisontal bisa diartikan garis-garis gelombang yang ayunannya kearah barat dan timur.
logika parabola
spliter
elektronika learn
Spliter atau saklar untuk LNB, spliter ini digunakan untuk pemasangan instalasi parabola yang menggunakan lebih dari 1 LNB , cara kerja spliter bisa diumpamakan seperti saklar yang pengoprasiannya dikendalikan oleh digital receiver dalam dunia parabola yang sering dijumpai adalah spliter tipe 0~22Khz untuk 2 jalur atau 2 LNB dan tipe DiSEqC untuk 4 jalur atau 4 LNB

Contoh spliter operasional 0~22KHz ( 2 LNB )
 Bila menu pada receiver tersetting 0 artinya LNB yang menuju ke jalur spliter 0 terhubung dengan receiver (bekerja/aktif) sedangkan LNB yang menuju ke jalur spliter 22KHz terputus dengan receiver (tidak bekerja/tidak aktif).
Kebalikannya, bila menu pada receiver tersetting 22KHz artinya LNB yang menuju ke jalur spliter 22KHz terhubung dengan receiver(bekerja/aktif) sedangkan LNB yang menuju ke jalur spliter 0 terputus dengan receiver (tidak bekerja/tidak aktif)

Contoh spliter operational DiSEqC  ( 4 LNB )
Bila menu pada receiver tersetting DiSEqC 1 artinya LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 1 terhubung dengan receiver (bekerja/aktif) sedangkan LNB-LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 2,3 dan 4 terputus dengan receiver (tidak bekerja/tidak aktif)
Bila menu pada receiver tersetting DiSEqC 2 artinya LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 2 terhubung dengan receiver (bekerja/aktif) sedangkan LNB-LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 1,3 dan 4 terputus dengan receiver (tidak bekerja/tidak aktif)
Bila menu pada receiver tersetting DiSEqC 3 artinya LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 3 terhubung dengan receiver (bekerja/aktif) sedangkan LNB-LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 1,2 dan 4 terputus dengan receiver (tidak bekerja/tidak aktif)
Bila menu pada receiver tersetting DiSEqC 4 artinya LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 4 terhubung dengan receiver (bekerja/aktif) sedangkan LNB-LNB yang menuju ke jalur spliter DiSEqC 1,2 dan 3 terputus dengan receiver (tidak bekerja/tidak aktif)
BELAJAR PARABOLA
Receiver adalah alat digital pengolah pulse-pulse dari sinyal satelite menjadi sinyal gambar dan audio, di dalam fitur receiver terdapat menu-menu settingan yang  harus kita sesuaikan dengan instalasi parabola karena settingan yang salah atau settingan tidak sesuai dengan instalasi parabola yang terpasang maka receiver tidak bisa beroprasi karena sinyal dari satelite yang masuk ke receiver tidak terolah oleh receiver itu sendiri. Apa saja yang harus kita ketahui tentang fitur-fitur yang ada pada receiver

1. Satelite setting, di dalam menu satelite setting biasanya ada beberapa pilihan satelite yang harus kita sesuaikan dengan instalasi parabola kita, apabila parabola yang kita hanya hanya terpasang satu LNB dan tidak menggunakan alat penggerak parabola (ACTUATOR) berarti settingan receiver kita hanya bisa diaktifkan satu satelite saja sesuai dengan arah satelite parabola kita, apabila parabola kita tersetting ke arah satelite telkom 1 atau 108 drajat, maka kita hanya bisa memilih satu satelite yang bisa kita aktifkan yaitu satelite telkom 1, tetapi apabila dish parabola kita terpasang lebih dari satu LNB ( misalkan 2,3 atau 4 ) berati kita bisa mengaktifkan menu satelite 2,3 atau 4 juga sesuai jumlah LNB yang terpasang pada parabola,
elektronika parabola

2. LNB frequensi. Untuk nilai setinggan LNB frequensi pada receiver harus disesuaikan dengan LNB yang terpasang, secara umum menu LNB frequensi ada beberapa pilihan yaitu S Band = 3620 Mhz, C Band = 5150 Mhz, Ku Band =  9750/10600 Mhz dan LNB Universal. Nilai frequensi LNB bisa dilihat dari fisik/spesifikasi yang tertera pada masing-masing LNB.

3. Menu 22Khz. menu ini adalah untuk mengoperasikan SPLITER/SWICTH pada percabangan LNB, jika menu 22Khz pada receiver tersetting on berarti LNB yang terhubung dengan receiver adalah LNB yang menuju ke SPLITER/SWICTH 22Khz. dan jika menu pada receiver tersetting off berarti LNB yang terhubung dengan receiver adalah LNB yang menuju ke SPLITER/SWICTH 0

4. Power LNB. Menu power LNB adalah mengaktifkan tegangan dari receiver yang masuk ke LNB jika settinggan pada power LNB pada posisi OFF berarti receiver tidak mensuplay tegangan ke LNB, jika settingan pada power LNB pada posisi ON berarti receiver mensuplay tegangan ke LNB ( settingan power LNB posisi OFF hanya efektif digunakan pada penggunaan 2 buah receiver yang terpasang secara pararel ) karena salah satu receiver telah tersetting ON maka receiver yang satunya harus disetting pada posisi OFF.
Kenapa harus salah satu yang harus diaktifkan?
karena dalam settingan polaritas pada receiver mempunyai tegangan yang berbeda yaitu polaritas VERTIKAL = 13Volt dan polaritas HORISONTAL = 18Volt, akibatnya jika kedua receiver mensuplay tegangan 13Volt tegangan yang masuk ke LNB menjadi lebil tinggi dari 13Volt maka LNB akan bekerja dipolaritas HORISONTAL

5. Polaritas. Dalam menu polaritas terdapat 2 pilihan yaitu polaritas VERTIKAL dan polaritas HORISONTAL, Untuk setting polaritas ini adalah nilai standart dari tiap-tiap siaran, misalkan siaran  salah satu chanel menggunakan polaritas HORISONTAL maka kita harus mensetting HORISONTAL juga, Polaritas ini bisa terbalik apabila dalam pemasangan LNB diputar 90 drajat

6. FREQUENCY dan SIMBOL RATE. Sama seperti polaritas, Pada setiap siaran atau chanel mempunyai nilai standart FREQUENCY dan SIMBOL RATE, merubah nilai FREQUENCY dan SIMBOL RATE yang tidak sesuai dengan identitas dari suatu chanel akan berdampak hilangnya sinyal dari chanel atau siaran tersebut.

CARA MEMASANG PARABOLA
Bagi para pemula yang baru belajar parabola pertama tama yang harus kita pelajari sebelum memasang parabola adalah memahami dulu tentang geografis posisi kita dan bisa menentukan kira kira dimana titik satelite yang akan kita tuju, sebelumnya saya akan sedikit gambarkan tentang posisi geografis dan posisi orbit stelite

Popular posts from this blog

FUNGSI ELCO PADA TWEETER

FUNGSI ELCO ATAU CAPASITOR PADA TWEETER Contoh contoh elco yang sering diaplikasikan pada tweeter 4Ohm dan 8Ohm Harus kita ketahui bersama bahwa tweeter adalah salah satu keluarga loadspeaker yang khusus dirancang untuk meproduksi suara atau nada yang berfrequensi tinggi dan sangat tidak dianjurkan untuk pemasangan tweeter tanpa filter frequensi yaitu elco/capasitor ataupun rangkaian crossofer, terkecuali bila instalasi power amplinya telah difilter dengan crossover aktif Jadi fungsi elco atau capasitor yang terpasang pada tweeter adalah memotong frequnsi rendah atau nada bass biar tidak masuk ke tweeter karena tweeter akan rusak atau mati bila kemasukan frequnsi rendah atau nada bass. Lalu berapa ukuran capasitor/elco yang harus dipasang pada sebuah tweeter?  Pertanyaan ini sering muncul bagi para pemula. Secara umum nilai capasitor/elco yang terpasang pada tweeter bawaan adalah sudah sesuai dengan spesifikasi dari tweeter tersebut, jadi berhati hatilah merubah nilai...

FUNGSI ELCO PADA POWER SUPPLY

FUNGSI ELCO PADA POWER SUPPLY Secara umum setiap rangkaian atau blog pada power suply pasti kita jumpai elco yang ukuran dan fisiknya lebih besan dari elco elco pada rangkaian driver atau osilatornya kenapa dan apa maksudnya? Elco induk pada pada power supply adalah alat untuk menstabilkan dan meratakan arus dan tegangan yang disupplykan kebeban rangkaian, secara umum banyak kita jumpai rangkaian rangkaian yang membutuhkan kestabilan tegangan dan arus yang berbeda beda, sebagai contoh rangkaian stabiliser pada rangkaian micro controler/osilator sangat berbeda dengan rangkaian stabiliser pada rangkaian power audio. Pada rangkaian stabiliser micro controler/osilator bisa dikatakan lebih flat atau bisa dikatakan naik turunnya kebutuhan arus tidak signifikan, akan tetapi pada power audio kebutuhan arusnya sangat tergantung pada kinerja power tersebut. Secara logika rumus aliran listrik bisa disamakan dengan dengan aliran air, tegangan bisa disamakan dengan kecepatan aliran air, am...

PERSAMAAN TRANSISTOR HORISONTAL

MACAM MACAM TRANSISTOR HORISONTA L Pada rangkaian tv crt/tabung pasti kita jumpai transistor horisontal, kadang bagi para pemula bingung untuk mengantikan dengan nomer seri yang sama dikarenakan sudah tidak ada dipasaran atau produknya sudah langka, lain halnya bagi para senior senior para teknisi hal itu mudah disiasati dengan menggantikan transistor yang spesifikasinya sama atau mendekati ataupun yang diatasnya, patokan sederhana tentang spesifikasi transistor horisontal adalah kerja maksimum ampere atau watt, sedangkan untuk voltase bisa dikatakan rata rata, dalam penggantian transistor paling tidak watt dan ampernya harus sama atau lebih tinggi,  secara umum transistor horisontal hanya ada 2 tipe yaitu transistor NPN biasa seperti transistor yang terpasang pada rangkaian regulator tv dan transistor damper dioda. Pada umumnya transistor horisontal yang menggunakan jenis NPN biasa diaplikasikan pada tv tv model tabung slim, monitor komputer yang beresolusi tinggi dan...